Si motif lain sedang gencar dibahas disana-sini. Si motif lain ini, kenapa begitu menggemparkan ? Kenapa begitu ditakuti.....? Saya geleng-geleng kepala diantara rasa lelah saya. Heran, agak bercampur jengkel. Saat mandi tadi, saya sempat merenung singkat. Mahluk menakutkankah si motif lain itu...?
Hm, tentu saja bukan saya yang akan menjawabnya (wong saya sedang bertanya). Saya masih tetap merasa heran yang bercampur agak jengkel tadi. Sambil mengeringkan rambut di depan laptop butut ini izinkanlah saya melepaskan keheranan saya.
Apakah si motif lain ini ditakutkan karena motifnya aneh, langka, atau berbahaya. Motif apa ya kira-kira..., motif abstrak, motif klasik, motif surealis ala Salvador Dali...? Mungkin si motif lain inilah yang diletakkan secara paksa pada bu Prita (dikira motifnya mencemari keindahan kain lorri si Omni). Mungkin si motif lain ini diduga telah bertengger untuk acara demo yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember nanti (2 hari lagi ya). Demo Hari Anti korupsi, konon katanya ditunggangi motif lain ?
Entahlah. Apakah kita sudah menjadi begitu berlebihan dalam memelihara syak wasangka kita. Sekali lagi entahlah. Semoga ketakutan akan adanya motif lain ini tidak menggetarkan langit sehingga malah mendorongnya menjadi sebuah kenyataan. Semoga saja tidak. Saya cuma berharap tangal 9 Desember nanti tidak terjadi macet, apalagi chaos disana. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Jadi, sambil tetap waspada, mari tepiskan ketakutan akan adanya motif lain ini. Mari........
Hm, tentu saja bukan saya yang akan menjawabnya (wong saya sedang bertanya). Saya masih tetap merasa heran yang bercampur agak jengkel tadi. Sambil mengeringkan rambut di depan laptop butut ini izinkanlah saya melepaskan keheranan saya.
Apakah si motif lain ini ditakutkan karena motifnya aneh, langka, atau berbahaya. Motif apa ya kira-kira..., motif abstrak, motif klasik, motif surealis ala Salvador Dali...? Mungkin si motif lain inilah yang diletakkan secara paksa pada bu Prita (dikira motifnya mencemari keindahan kain lorri si Omni). Mungkin si motif lain ini diduga telah bertengger untuk acara demo yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember nanti (2 hari lagi ya). Demo Hari Anti korupsi, konon katanya ditunggangi motif lain ?
Entahlah. Apakah kita sudah menjadi begitu berlebihan dalam memelihara syak wasangka kita. Sekali lagi entahlah. Semoga ketakutan akan adanya motif lain ini tidak menggetarkan langit sehingga malah mendorongnya menjadi sebuah kenyataan. Semoga saja tidak. Saya cuma berharap tangal 9 Desember nanti tidak terjadi macet, apalagi chaos disana. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Jadi, sambil tetap waspada, mari tepiskan ketakutan akan adanya motif lain ini. Mari........















